Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

KPPN Bukan Kantor Pelayanan Pajak Negara

Gambar
Ketika sedang bertugas sebagai front officer/teller di loket, beberapa kali saya menerima kunjungan dadakan oleh orang-orang 'nyasar' yang membutuhkan bantuan tentang perpajakan; seperti mengurus NPWP, meminta keringanan pajak, dan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan bidang tugas instansi tempat saya bekerja : KPPN -merupakan akronim dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Diantara mereka, terdapat satu kesamaan : mereka mengira bahwa KPPN adalah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang menyediakan layanan khusus di bidang perpajakan.


Lalu, KPPN itu apa sih? KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan yang memperoleh kuasa dari Bendahara Umum Negara (BUN) untuk menjalankan sebagian fungsi Kuasa BUN. Ditjen Perbendaharaan sendiri, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 206/PMK.01/2014, adalah salah satu organisasi Kementerian Keuangan yang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di …

"Sing Penting Iso Dhisik...!!!" Sebuah Dorongan Untuk Terus Belajar

Gambar
Dari sejak kecil, ayah saya selalu mengajarkan tentang konsep dan semangat untuk terus belajar kepada anak-anaknya, khususnya mempelajari hal-hal baru. Misalnya saat saya pertama kali belajar naik motor, alih-alih motor 'bebek' milik kami atau skuter, saya langsung belajar berkendara menggunakan motor sport/motor 'laki' (waktu itu keluarga kami memiliki motor jenis sport dan 'bebek'). Teorinya sih sebenarnya gampang saja : Kalau saya bisa mengendarai motor sport -yang relatif lebih susah karena menggunakan kopling manual- maka saya bisa mengendarai semua jenis motor. Benar saja, hanya dalam waktu sekitar 2 (dua) hari, saya sudah bisa mengendarai motor laki, meskipun belum lancar dan sering mengalami mati mesin. Setelah lancar, saya langsung bisa mengendarai jenis motor apapun. Di waktu lain, ayah juga meminta saya belajar mengendarai mobil, meskipun keluarga kami belum punya mobil. Harapannya, nanti saya tak perlu lagi repot mengambil kursus mengemudi saat mem…

Ketika Dualisme dan Perdebatan Persebaya (Seharusnya) Berakhir

Gambar
Tamat sudah riwayat dan kiprah Persikubar yang mengaku sebagai Persebaya asli di kancah sepakbola Indonesia setelah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menyatakan Persebaya 1927 yang sempat berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) dan Indonesian Premier League (IPL) sebagai satu-satunya Persebaya yang sah dengan menerbitkan sertifikat hak paten atas logo dan merek tertanggal 21 September 2015. Hal ini diharapkan dapat mengakhiri berbagai spekulasi dan perdebatan tentang mana sebenarnya Persebaya yang asli dan sah.


Tak dipungkiri lagi, nama besar Persebaya yang begitu melegenda menjadi daya tarik tersendiri di kancah persepakbolaan Indonesia. Berdiri sejak tahun 1927, klub yang berjuluk Bajul Ijo (buaya hijau) ini menuai berbagai macam prestasi di level kompetisi domestik. Sempat terdegradasi di tahun 2002, namun seketika bangkit dan menjuarai liga.
Kisruh Persebaya mulai mencuat ketika tahun 2005, Pers…

Anak-anak Indonesia, Investasi Masa Depan Bangsa yang Tidak Menguntungkan?

Gambar
"Saya menulis blog ini karena terinspirasi oleh anak-anak Indonesia, mereka tetap berusaha tersenyum saat hak-hak mereka untuk hidup nyaman dan menjadi pribadi berkarakter, terampas, disadari atau tidak."
Suatu hari saya membaca sebuah kutipan menarik dari John F. Kennedy -mantan Presiden Amerika Serikat- yang ditautkan melalui sebuah foto oleh laman Facebook UNICEF Indonesia -sebuah organisasi nirlaba di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melindungi dan menjaga hak-hak anak-anak dan kaum muda- yang berbunyi : "Anak-anak adalah sumber daya yang paling berharga di dunia dan harapan terbaik untuk masa depan."
Sesuai dengan tujuannya, organisasi ini menitikberatkan kepada anak-anak.  Sebegitu pentingkah anak-anak dan generasi muda hingga mereka dipercayakan sebagai pembawa harapan  terbaik untuk masa depan?
Jadi teringat sebuah kutipan menarik lainnya yang --dengar-dengar sih-- diucapkan oleh Soekarno -Presiden R.I. pertama :
"Berikan aku 10 pemu…