Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013 : Melepas Penat Sejenak Untuk Mengisi Ulang Energi Jelang Tutup Tahun Anggaran

Hari Minggu (1/12/2013) lalu, saya dan kolega mengikuti kegiatan Family Gathering Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banda Aceh Tahun 2013 yang berlokasi di d'Mata Ie Hillside Adventure & Waterpark, Kabupaten Aceh Besar.  Meskipun sebenarnya kegiatan ini diperuntukkan untuk seluruh pegawai KPPN Banda Aceh beserta keluarga, namun saya tidak bisa mengikutsertakan istri, dikarenakan jarak dan waktu yang tidak memungkinkan.  Kegiatan ini bertepatan dengan momen akhir tahun, dimana selalu saja terjadi penumpukan pekerjaan, karena alasan itulah permintaan cuti dan izin saya untuk menjemput dan mengantar istri ditolak oleh atasan.  Seperti yang saya tuliskan di blog-blog sebelumnya, istri saya tinggal dan bekerja di Kota Medan, sedangkan saya harus bekerja di Kota Banda Aceh; intensitas pertemuan kami hanya sekali setiap dua pekan.  Namun setelah kegiatan,  saya bersyukur tidak jadi mengajak istri -yang sedang mengandung anak pertama kami- mengikuti kegiatan ini, mengingat rute yang dilalui, kondisi cuaca selama acara, dan metoda transportasi yang digunakan.

Kegiatan family gathering memang sengaja diadakan pada momen akhir tahun dengan maksud untuk memberikan penyegaran kepada para pegawai yang telah jenuh menghadapi pekerjaan yang menjadi rutinitas sehari-hari di kantor, sehingga pikiran mereka menjadi lebih jernih dan segar dalam menghadapi sisa pekerjaan yang justru bebannya semakin meningkat menjelang akhir tahun anggaran (ini adalah masalah klasik yang selalu terjadi berulang-ulang di setiap jelang akhir tahun oleh para satuan kerja/stakeholders pengguna dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara -APBN).

Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013

Rombongan berangkat menggunakan dua bus medium milik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) -yang juga merupakan mitra kerja KPPN Banda Aceh- pukul 08.30 WIB.  Sepanjang perjalanan saya dan rekan-rekan menghabiskan waktu dengan bercanda sambil sesekali menggerutu dan meringis menahan sakit saat tubuh kami bergoncang melewati bagian jalanan yang tidak rata atau polisi tidur, dikarenakan suspensi bus yang mati/tidak berfungsi sebagaimana mestinya.  Dilihat dari fisiknya, sepertinya bus ini memang berusia tua dan tidak dipelihara dengan baik, padahal semakin tua umur kendaraan, seharusnya memerlukan lebih banyak perhatian dan perawatan.

Perjalanan ditempuh selama sekitar 45 menit dengan melewati jalur tanjakan Bukit Barisan di kawasan Mata Ie.  Kesan pertama saya begitu memasuki pintu gerbang kawasan d'Mata Ie Hillside Adventure & Waterpark adalah tempatnya yang begitu luas, terpencil, dan berhawa sejuk khas pegunungan (meskipun tidak terlalu dingin karena letak kawasan wisata ini tidak terlalu tinggi).  Setelah memasuki pintu masuk, saya bisa melihat beberapa kolam renang, areal outbound, termasuk jalur flying fox yang melintang kira-kira sejauh 120 meter dengan ketinggian lumayan -sekitar 20 meter (sepertinya ini adalah lokasi tertinggi dari sekian banyak wahana flying fox yang telah saya coba di berbagai lokasi, meskipun bukan yang terjauh).  Sebagai penggila olahraga ektrim dan petualangan, saya tidak begitu mempedulikan tentang kolam renang, dan satu-satunya jenis permainan outbound yang tak sabar untuk saya coba adalah halang-rintang ala militer yang terletak berdekatan dengan akhir jalur flying fox.  Rasanya tak sabar ingin segera meluncur melintasi kabel yang terbentang di atas wahana kolam renang dan waterboom.

Setelah rombongan siap, para instruktur outbound dari d'Mata Ie Hillside Adventure & Waterpark pun segera mengambil alih dan meminta kami untuk membentuk sebuah lingkaran untuk memulai rangkaian acara outbound yang hanya diikuti oleh para pegawai pria KPPN Banda Aceh, sedangkan para keluarga beristirahat di tenda yang telah disediakan di lokasi sambil menikmati musik atau menonton suami dan ayah tercinta melakukan aktivitas outbound di tengah rintiknya hujan.

Pertama-tama tim diminta untuk membentuk sebuah lingkaran dan memperkenalkan diri satu-persatu, disusul dengan melakukan peregangan (stretching) bersama-sama, dan dilanjutkan dengan rangkaian permainan yang menuntut kekompakan, kerjasama tim, serta ketangkasan individu.  Permainan pertama diberi nama Polisi dan Pencuri, dimana para peserta dililitkan sebuah hoola hoop yang melambangkan polisi dan kain sarung yang melambangkan pencuri.  Hoola hoop dan kain sarung harus digulirkan dari satu peserta ke peserta lainnya yang saling bergandengan tangan; hoola hoop dan kain sarung tak boleh bertemu atau posisinya berada di orang yang sama atau memegang keduanya, jika itu yang terjadi maka peserta dimaksud akan menerima sebuah hukuman, seperti berjoget, push-up atau menyanyi.  Permainan dianalogikan sebagai sebuah bentuk permasalahan maupun solusi terhadap masalah yang terjadi di kantor menyangkut pekerjaan sehari-hari, harus menuntut kekompakan sesama rekan-kerja dan inovasi.  Meskipun demikian, di permainan berikutnya yang diberi nama Jabat Tangan, peserta berhasil mengalahkan instruktur.  Dalam permainan ini, peserta diminta untuk membentuk lingkaran sambil bergandengan tangan menghadap ke dalam, kemudian peserta harus bisa menghadap ke luar tanpa melepaskan gandengan tangan.  Meskipun berbagai posisi telah diujicobakan, namun tetap saja peserta berhasil menemukan solusi dan jalan keluar, kali ini para instruktur harus mengakui kecerdasan dan ketangkasan para pegawai KPPN Banda Aceh.

Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013
Peregangan sebelum memulai kegiatan untuk menghindari cedera
Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013
Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013
Mencoba memindahkan hoola hoop saat bermain Polisi dan Pencuri
Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013
Bahu membahu membentuk menara


Permainan selanjutnya adalah halang-rintang ala militer, ini yang saya tunggu dari sejak awal.  Disini peserta yang telah dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing beranggotakan sembilan orang, diberikan beberapa balon kecil yang diikatkan ke tangan, selanjutnya mereka harus melalui berbagai macam halang-rintang untuk mencapai garis finish tanpa memecahkan satu balon-pun.  Bentuk halang-rintang antara lain melompati kolam dengan seutas tali, merayap di bawah kawat, melompati balok rintangan, melewati ban, melewati kolam dengan berjalan di atas balok kayu, dan melompati tembok.  Saking asyiknya menikmati permainan ini, saya tidak mempedulikan lagi harus memilih jalur yang mana, akibatnya lengan saya terluka saat merayap melewati rerumputan berduri, luka-luka lecetpun terasa perih dan membekas di sepanjang lengan.

Beberapa jenis permainan lain masih terus berlanjut sebelum penyerahan doorprize dan kemudian diakhiri dengan masing-masing anggota kelompok menulis sebuah kata secara bergantian yang akhirnya tersusun dan terangkai menjadi sebuah kalimat berupa puisi, pesan, atau kesan.  Semua rangkaian kegiatan dan permainan outbound menganalogikan situasi dan kondisi yang dihadapi dalam pekerjaan sehari-hari yang membutuhkan sinergi, strategi, kesabaran, kreativitas, dan inovasi untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dan beban kerja dengan tepat waktu, tepat sasaran, efektif, dan efisien.

Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013
Lompat tali sambil menutup mata

Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013
Menerima doorprize

Tengah hari, rangkaian acara outbound pun diakhiri, peserta segera beristirahat sambil menikmati jamuan makan siang dan pesta durian.  Saya sih langsung menuju ke pos area flying fox untuk memuaskan adrenalin dengan meluncur sepanjang tali yang terbentang di ketinggian, sebelum menikmati hidangan makan siang dan berpesta durian.  Tak cukup sekali, saya mencoba wahana ini sampai dua kali.  Setelahnya hingga menjelang sore hari, rangkaian acara bebas yang banyak diisi dengan bermain air di kolam renang atau bernyanyi diiringi musik dari keyboard oleh musisi dan para pengisi hiburan.  Saya lebih memilih berendam di kolam renang sambil sesekali meluncur dari ketinggian perosotan/seluncuran.  Sepertinya kawasan wisata ini memang ditujukan untuk rekreasi bersama keluarga.  Jika Anda ingin menikmati berenang sepuasnya atau berlatih renang, jangan berharap bisa terpuaskan karena tak ada areal berenang bebas di lokasi ini, kolam renang terdalam pun mencapai 1,8 meter dan berukuran kecil, menyatu dengan wahana waterboom yang biasa digunakan oleh anak-anak atau remaja; hanya dibatasi oleh kawat baja.  Lebar kolam renang pun tidak terlalu luas untuk ukuran tempat rekreasi keluarga.  Namun suasana keakraban akan Anda rasakan jika berekreasi bersama keluarga, khususnya buah hati.  Kolam renang dan waterboom ini sepertinya memang dibangun untuk sarana hiburan anak-anak.

Mencoba wahana flying fox
Flying Fox


Mencoba wahana flying foxFamily Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013

Rombongan meninggalkan lokasi saat jarum jam menunjuk pukul 15.00 WIB.  Capek dan letih kami rasakan selepas acara, namun semoga rangkaian kegiatan Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013 berhasil memberikan sedikit penyegaran kembali bagi para pegawai, sehingga tetap bersemangat menyambut momen akhir tahun yang identik dengan beban pekerjaan yang menumpuk.  Di masa mendatang, saya berharap semoga pemerintah menerapkan aturan yang lebih tegas dan jelas dalam mekanisme pencairan dana, sehingga tidak menimbulkan beban kerja yang menumpuk di akhir tahun.  Semoga di family gathering atau kegatan sejenis di masa mendatang, saya bisa mengajak istri tercinta... dan mungkin juga si buah hati.  Aamiin!

Salam Semangat,
Arisandy Joan Hardiputra

Staf Front Office Seksi Pencairan Dana KPPN Banda Aceh

Komentar

  1. Keren artikelny, gudjob :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mbak!
      Versi website kantor segera menyusul.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Kalo jauh dari keluarga, pastinya galau tingkat iblis, Yoga.

      Hapus
  3. Wah, Family Gathering KPPN Banda Aceh sepertinya sukses ya pak..?
    Izin Pak Arisandy, kalau boleh saya Mohon Informasi dr Bapak terkait
    Lokasi Mata ie Hillside (waterpark) tersebut. Terima Kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, saya kurang paham dengan informasi lokasi yang diminta.
      Jelasnya, ada di kawasan Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

      Hapus

Posting Komentar

Setiap bentuk penyalinan (copying) blog ini harus menyertakan link/URL asli dari Blog CECEN CORE.

Postingan populer dari blog ini

Hal-hal dan Dana yang Perlu Dipersiapkan Selama Kehamilan dan Persalinan

Cerita Liburan Long Weekend di Kota Bandung Bersama Keluarga

Multiple Personality Disorder / Alter Ego : Sebuah Anugerah Atau Kutukan Neurosis?